DETIL ARTIKEL

POTENSI PANTAI PASUR

    Dibaca 3 kali

Pantai Pasur yang terletak di Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, menyimpan potensi besar di sektor kelautan, khususnya komoditas lobster. Kawasan pesisir selatan ini dikenal memiliki perairan yang masih alami dengan karakteristik laut berbatu dan berombak, kondisi yang sangat mendukung habitat lobster. Potensi tersebut menjadikan Pantai Pasur sebagai salah satu wilayah yang layak dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Lobster merupakan komoditas laut bernilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan pasar cukup besar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Nelayan setempat selama ini telah menangkap lobster secara tradisional dengan menggunakan alat tangkap sederhana. Hasil tangkapan lobster dari perairan Pantai Pasur dikenal memiliki kualitas yang baik karena berasal dari lingkungan laut yang masih terjaga.

Menurut keterangan para nelayan, jenis lobster yang banyak ditemukan di perairan Pantai Pasur antara lain lobster pasir dan lobster batu. Kedua jenis tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi, terutama saat permintaan meningkat pada musim tertentu. Namun, hasil tangkapan lobster masih bergantung pada kondisi cuaca dan gelombang laut yang sering berubah.

Selain sebagai sumber penghasilan nelayan, potensi lobster di Pantai Pasur juga dapat dikembangkan melalui program budidaya. Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, budidaya lobster berpeluang memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih stabil. Hal ini sekaligus dapat mengurangi ketergantungan nelayan pada hasil tangkapan alam semata.

Pemerintah desa setempat melihat potensi ini sebagai peluang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Upaya pendampingan nelayan, pelatihan teknik penangkapan ramah lingkungan, serta pengenalan budidaya lobster mulai direncanakan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa merusak ekosistem laut.

Di sisi lain, pengelolaan lobster juga perlu memperhatikan aspek kelestarian. Penangkapan lobster berukuran kecil dan yang sedang bertelur harus dibatasi agar populasi lobster tetap terjaga. Kesadaran nelayan akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan potensi ini.

Pantai Pasur juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi kelautan. Wisatawan dapat dikenalkan pada aktivitas nelayan lobster, proses penangkapan, hingga potensi budidayanya. Hal ini diharapkan mampu menambah sumber pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis kelautan.

Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait, potensi lobster di Pantai Pasur dapat dikelola secara lebih terarah. Dukungan infrastruktur, akses pasar, serta regulasi yang jelas akan sangat membantu pengembangan sektor ini agar memberikan manfaat jangka panjang.

Ke depan, Pantai Pasur Desa Bululawang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kawasan pesisir selatan yang indah, tetapi juga sebagai sentra lobster unggulan di Kabupaten Blitar. Pengelolaan yang berkelanjutan diyakini mampu menjadikan lobster sebagai komoditas andalan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut.