DETIL ARTIKEL

Desa Bululawang Perkuat SDM Pariwisata Melalui Pelatihan di Gandusari

    Dibaca 38 kali

Bululawang, Bakung — 18 November 2025. Sejumlah warga Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, mengikuti kegiatan pelatihan pengelolaan wisata yang digelar di kawasan Puspo Jagat, Desa Wisata Semen, Kecamatan Gandusari. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa untuk mengembangkan potensi wisata lokal.

Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Mereka mendapatkan materi terkait manajemen destinasi, strategi promosi digital, serta pengembangan atraksi berbasis potensi alam dan budaya yang ada di desa.

Kepala Desa Bululawang, Sutikno, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara profesional. Menurutnya, desa memiliki peluang besar untuk berkembang melalui sektor pariwisata apabila dikelola dengan baik dan melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

 

Ketua Pokdarwis Bululawang, Karyati, juga memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut bahwa pengalaman belajar langsung di Desa Wisata Semen menjadi kesempatan berharga untuk memahami praktik pengelolaan wisata yang sudah terbukti berhasil menarik wisatawan.

Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bululawang, Supriyanto, menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam pengembangan destinasi. Ia menjelaskan bahwa setiap lokasi wisata perlu memiliki standar mitigasi bencana untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Tokoh pemuda Desa Bululawang, Eka Febriono, juga turut serta dalam rombongan peserta pelatihan. Ia menilai bahwa penguatan peran pemuda dalam pengembangan wisata merupakan kunci keberlanjutan, terutama dalam hal inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam promosi.

Kegiatan pelatihan di Puspo Jagat berlangsung dengan kombinasi sesi materi di dalam ruangan serta praktik lapangan. Para peserta diajak berkeliling untuk melihat secara langsung berbagai spot wisata yang dikelola dengan pendekatan kreatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Banyak dari mereka yang aktif berdiskusi, bertanya, hingga berdialog dengan para pengelola wisata setempat mengenai langkah-langkah efektif dalam membangun daya tarik wisata yang ramah lingkungan dan berkarakter desa.

Dengan terlaksananya pelatihan ini, masyarakat Desa Bululawang berharap dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan destinasi wisata sendiri. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemicu lahirnya ide-ide baru yang mampu mendorong kemajuan desa melalui sektor pariwisata berkelanjutan.