Fokus utama kegiatan ini adalah membersihkan rumput liar di sepanjang tepi jalan lingkar, mengangkat sampah, serta mengeruk saluran air agar tidak tersumbat. Jalan lingkar tersebut merupakan akses penting bagi warga Dusun Kedungbiru untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju area persawahan dan pusat desa. Dengan dibersihkannya jalan, diharapkan lingkungan menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman dilalui masyarakat.
Kamituwo Kedungbiru, Rianto, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat gotong royong warganya. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar bersih-bersih, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Menjelang Ramadan, kita ingin lingkungan bersih dan hati juga bersih. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujar Rianto di sela-sela kegiatan.
Menurut Rianto, tradisi kerja bakti menjelang Ramadan sudah menjadi agenda rutin setiap tahun di Dusun Kedungbiru. Selain membersihkan jalan lingkar, warga juga biasanya membersihkan area makam dan musala. Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan penuh berkah dengan suasana yang lebih nyaman dan khusyuk.
Kegiatan kerja bakti berlangsung hingga menjelang siang hari dan ditutup dengan makan bersama secara sederhana di tepi jalan lingkar. Suasana penuh keakraban terlihat jelas saat warga saling bercengkerama setelah lelah bekerja. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Dusun Kedungbiru ini menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga hingga kini.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Dusun Kedungbiru semakin bersih, indah, dan siap menyambut datangnya Ramadan 2026. Warga pun berharap semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh, tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.